LAPORAN AGROKLIMATOLOGI
BENDUNGAN BENTENG
OLEH :
NAMA : SAKTI
NIM : G111 12 340
KELAS : C
KELOMPOK : 13
ASISTEN : SINTA
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bendungan
adalah bangunan yang berupa tanah, batu, beton atau pasangan batu yang dibangun
selain untuk menahan dan menampung air, dapat juga dibangun untuk menampung
limbah tambang atau lumpur. Umumnya bendungan dilengkapi dengan bangunan
pelimpah (spillway), pintu air, dan bangunan lainnya untuk operasional
dan keamanan.
Hal
tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA)
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Mochammad Amron dalam acara Dialog Aktual di
TVRI Jakarta, kemarin (10/8). Hadir pula sebagai narasumber Direktur Eksekutif
LP3ES Kuswanto Sumo Atmodjo.
Amron
menjelaskan, jumlah bendungan besar yang ada di Indonesia saat ini mencapai
sekitar 284 bendungan. “Bendungan-bendungan tersebut memenuhi kriteria dalam PP
No. 37 Tahun 2010 tentang Bendungan, yang diadopsi dari kriteria Komite
Nasional Indonesia-Bendungan Besar (KNI-BB) atau Indonesian National Large
Dams (INACOLD),” jelasnya.
Dirjen
SDA mengatakan, manfaat bendungan itu terbagi menjadi dua, yaitu single
purpose dam atau multi purpose dam dan multi purpose dam. Single
purpose dam berarti bendungan yang dibuat hanya untuk satu tujuan khusus
seperti penyediaan air untuk irigasi dan untuk pengendalian banjir. Sedangkan, multi
purpose dam seperti Bendungan Jatiluhur didesain untuk berbagai keperluan,
seperti irigasi, air baku atau air minum dan juga untuk pembangkit listrik
serta pengembangan lokasi kawasan wisata.
Amron
menambahkan, khusus untuk penyediaan air irigasi dan pengendalian banjir,
harus diingat bahwa negara kita merupakan negara tropis dan memiliki curah
hujan yang relatif besar. “Namun, tidak merata. Sepanjang tahun, sekitar 80%
air yang tersedia ketika musim hujan yang berlangsung relatif pendek, sekitar 5
bulan, maka sebaliknya hanya 20% yang tersedia ketika musim kemarau yang
relatif lebih lama yakni 7 bulan,” ujarnya.
1.2 Tujuan
dan Kegunaan
Adapun
Tujuan Praktek lapang ini yaitu untuk mengetahui sejarah mengenai Bendungan itu
sendiri dan fungsi dari Bendungan Tersebut.
Sedangkan kegunaannya yaitu agar mahasiswa lebih
memahami manfaat dari Bendungan tersebut terhadap Beberapa Wilayah yang ada di
Sulawesi Selatan.
BAB II
METODOLOGI
2.1 Waktu dan Tempat
Waktu
pelaksanaan praktikum Klimatologi dilaksanakan pada hari sabtu, 30 November 2013,
dimulai dari pukul 15.00 WITA sampai selesai. Bertempat di Desa Benteng Kecamatan Patampanua Kelurahan Sipatuo
Kabupaten Pinrang.
2.2.
Lokasi Praktikum
Adapun lokasi praktikum Klimatologi yang telah
dilaksanakan yaitu dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 1. Lokasi Praktikum
Pada
gambar dihatas dapat dilihat bahwa Lokasi praktikum Yang telah dilaksanakan
Yaitu Bendungan Benteng. Benteng adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan
Patampanua Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan Indonesia , ±20 km arah utara
kota Pinrang. Memerlukan perjalan ±20 menit melalui jalan darat.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil
Pada Bendung Benteng terdapat elevasi mata air maksimal 22,50 m dpl. Pada
Bendung Benteng terdapat Debit andalas 225 m dpl dan Debit terpakai 75 m dpl.
Acuan memberikan air ke setiap areal yang ada
sekitar 1,5 L/detik/ha. Kedalaman saluran Bendung Benteng 6 cm dan 8,5
cm . Bendung Benteng elevasi percunya ditempati dan pintu 14 dan 7,75
selebihnya dihitung dari atas karena elevasi bangunanya 24,50.
Tabel 1. Saluran Induk
NO
|
SALURAN
|
KABUPATEN
|
DISALURI
|
DIAIRI
(MAX)
|
1.
|
Pekkabata
|
Polmas
|
Mamasa
|
5.445 Ha
|
2.
|
Sawitto’
|
Pinrang
|
Pinrang
|
39.000 Ha
|
3.
|
Rappang
|
Sidrap
|
Sidrap
|
17.000 Ha
|
3.2.
Pembahasan
3.2.1.
Sejarah Bendung Benteng
Bendungan Benteng adalah salah satu peninggalan Kolonial Belanda. bendungan
ini dibangun pada tahun 1939,di mana pada awalnya hanya sebuah survey pada
induk bendungan Benteng oleh Ir.Frama tahun 1927. Bendungan ini mulai
dikerjakan pada tahun 1936 dibawah Pimpinan Ir.H.M Verway dan dioperasikan pada
tahun 1940. Bendungan Benteng yang dibangun
dalam masa pemerintahan kolonial Belanda tersebut,sampai sekarang 2013
umurnya ± 73 tahun dan masih berfungsi .Bahkan masih merupakan bendungan andalan untuk mengairi persawahan
sampai seluas lebih 60.000 ha, meliputi
persawahan sekitar 27.000 ha di Kabupaten Pinrang ,dan sekitarnya 40.000
ha di daerah tetangganya, yaitu Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Bendungan Benteng telah
dirancang dengan perkiraan banjir yang tinggi sehingga Bendungan Benteng dapat
mengatasi kebanjiran apabila pada hulu terjadi elevasi air yang tinggi.
Bendungan Benteng pada desain awalnya ada bangunan yang tidak sesuai atau tidak
terkait dengan bendungan jadi dipelukan renovasi atau pembangunan tambahan
seperti tangga yang terdapat pada sisi kanan bendungan yang di desain oleh Joko Pirmanto serta pada
saluran induk Pekkabata yang di desain oleh Suswono. Sejak pengoperasian
Bendungan Benteng masyarakat dapat langsung merasakan kegunaan dari Bendungan
Benteng salah satunya untuk penyediaan air irigasi yang sangat vital bagi
masyarakat, terutama pada saat musim tanam kedua dan seterusnya. Bendungan Benteng merupakan penyedia air baku
untuk rumah tangga, perkotaan dan juga industri. Manfaat-manfaat tersebut
merupakan manfaat langsung yang dapat diterima masyarakat. Tersedianya air
untuk irigasi yang merupakan faktor penentu dalam produksi beras sehingga
kebutuhan pangan yang dapat terpenuhi. serta Bendungan Benteng juga merupakan
pengendali banjir yang efektif terutama pada Kabupaten Pinrang dimana pada pembukaan
daerah Pinrang yang tepatnya saat ini di pusat kota kabupaten Pinrang, masih berupa
daerah rendah yang sering tergenang dan berawa.
3.2.2.
Mekanisme Bendungan Benteng
Bendungan Benteng dialiri oleh 5 sumber mata air yaitu Sungai Mamasa
yang ada di Pinrang, Sungai Saddang , Sungai Baruppu, Sungai Matallo, dan
Sungai Masuku. Dari kelima sumber mata air tersebut kemudian ditampung di
Bendungan Benteng kemudian disalurkan ke 3 saluran induk yaitu saluran Sawitto
yang ada di Kabupaten pinrang, Saluran Rappang yang ada di Kabupaten sidrap
serta saluran Pekkabata yang ada di Kabupaten Polmas. Pada Saluran Sawitto yang
ada di Pinrang mengairi 39.000 ha dengan potensial pengairanya yaitu 49.000 ha,
pada Saluran Rappang yang ada di Sidrap mengairi 17.000 ha serta pada saluran
Pekkabata mengairi 5.445 ha dengan potensial pengairan 6.000 ha. Pada Saluran
Sawitto mengunakan bangunan ukur Room de grette dimana air yang akan dialiri melewati
trowongan (melalui pipa), kemudian pada Saluran Rappang menggunakan bangunan
ukur Penturi Meter dimana air yang akan dialiri melewati pintu-pintu yang sudah
disediakan (melalui pintu), serta pada Saluran Pekkabata menggunakan bangunan
ukur yaitu Bendung Kurung dimana air yang akan dialiri ditampung terlebih dahulu
kemudian di alirkan.
SUNGAI MAMASA SALURAN INDUK SAWITTO
|
SUNGAI SADDANG
SUNGAI BARUPPU BENDUNGAN BENTENG SALURAN INDUK RAPPANG
SUNGAI MATALLO
SUNGAI MASUKU SALURAN INDUK PEKKABATA
Gambar
2. Mekanisme Bendungan Benteng
3.2.3. Sistem Pengoperasian
Bendungan Benteng merupakan Bendung
Gerak dimana limpahan airnya bisa diatur berbeda dengan bendung tetap yang
limpahan airnya tidak dapat diatur dan Bendungan Benteng merupakan satu-satunya
Bendung Gerak yang ada di Sulawesi Selatan. Pada Bendungan Benteng maksimum
elevasi tinggi Bendungan airnya yaitu 22,50 m dpl dengan menggunakan alat AWR,
dimana pada alat ini berfungsi sebagai alarm ketika elevasi air melebihi atau
kurang dari batas normal yang telah ditentukan yaitu 22,50 m dpl. Ketika
elevasi air mencapai atau melebihi 22,50 m dpl maka pintu bawah dibuka yang
berfungsi sebagai pintu sorong agar tinggi elevasi air tidak melebihi dari
batas normal yang telah ditentukan kemudian bila elevasi air kurang dari 22,50 m
dpl maka petugas mengatur pembukaan pintu yaitu pintu romeng dibuka dan pintu
sorong ditutup, hal ini dimaksudkan agar air melewati pintu romeng (melalui
atas) sehingga elevasi air kembali pada batas normal yang telah ditentukan
yaitu 22,50 m dpl.
Pada
Bendungan Benteng terdapat
dua macam Ruak yaitu Ruak kanan
Dan Ruak kiri, Ruak bagian kanan itu berfungsi sebagai
bantuan untuk PLN dan PDAM, sedangkan, bagian kiri itu berfungsi sebagai
irigasi dan sebagai air minum untuk wilayah yang diairi. Pada Bendung Benteng, terdapat dua jenis
air, yaitu keruh dan jernih. Yang pertama, Air keruh yaitu biasanya sering
terjadi pada bulan November sampai bulan Mei. Yang kedua, yaitu air jernih
yaitu biasanya terjadi pada bulan Juni sampai September, hal ini di sebabkan
karena adanya pembukaan lahan pada daerah hulu Bendungan.
Sistem Pemeliharaan
alat pada Bendung Benteng yaitu :
a) Harian
yaitu mengontrol alat yang ada di Bendungan seperti baut dan elektrikalnya yang dilakukan oleh PPA dan POB.
b) Berkala
yaitu mengontrol alat Bendungan sebulan sekali atau sebulan sekali.
c) Tahunan
yaitu mengontrol alat bendungan setahun sekali
Adapun
kewenangan dalam fungsi Bendungan
Benteng terbagi dua yaitu terdapat di Dines Provinsi sebagai pusat dibawah
naungan pemerintah yaitu di Makassar dan di Pinrang. Ketika terjadi
Pendangkalan ataupun kerusakan di daerah Hulu atau Hilir maka petugas yang ada
di pinrang akan bergotong royong untuk memperbaikinya namun apabila petugas
yang da di pinrang tidak mampu untuk mengatasi hal tersebut karena memrlukan
alat berat atau semacamnya maka akan dikirim proposal ke Pusat yaitu di
Makassar kemudian dari Pusat akan segera merespon dan mengirimkan alat ke
Pinrang untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada di Bendungan.
Adapun Penggelontoran atau Pembilasan yang sering dilakukan pada Bendungan
Benteng yaitu dilakukan 1 bulan sekali pada minggu pertama yang sering dikenal
dengan Spuiy (dalam bahasa belanda), hal ini dimaksudkan agar sedimentasi yang
ada di hulu dapat terangkat. Mekanisme
pengamana pada Bendung Benteng yaitu di back
up terhadap 721 dengan POLRES
serta POLSEK Patampanua sehingga Bendungan Benteng aman dari pencurian dll.
Adapun pemasalahan yang ada di Bendungan Benteng selama berdiri yaitu
1.
Operasional
( pendangkalan sungai atau erosi pada sungai) : dapat ditangani seperti dengan
penjelasan diatas
2.
Sampah
(aspek sosial) : Petugas telah mengimbau kepada
masyarakat yang ada di sekitar Bendungan agar tidak membuang sampah pada bendungan dan di Areal Bendungan, namun
untuk sampah yang datang dari Hilir Bendungan Petugas Bendungan itu sendiri
yang membersihkanya.
Terkait
dengan hal diatas, Petani yang ada di hilir Bendungan sering mengeluhkan
kekurangan air yang dialami oleh para petani, hal ini dipertegas oleh Syafaruddin
(sebagai Kepala Seksi Pelaksanaan) bahwa kebutuhan air pada Bendungan itu Cukup
namun ini terkait dengan pesoalan jaringanya yang ada di Hilir Bendungan.
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dari hasil praktikum Klimatologi
yang telah dilaksanakan maka dapat disimpukan bahwa :
a)
Bendungan
Benteng adalah salah satu peninggalan Kolonial Belanda dibangun pada tahun
1939, mulai dikerjakan pada tahun 1936 dibawah Pimpinan Ir.H.M Verway dan
dioperasikan pada tahun 1940.
b)
Bendungan
Benteng salah satu perananya yaitu untuk penyediaan air irigasi yang sangat
vital bagi masyarakat, terutama pada saat musim tanam kedua dan seterusnya.
c)
Bendungan
Benteng memiliki 5 sumber mata air yaitu Sungai Mamasa, Sungai Saddang , Sungai
Baruppu, Sungai Matallo, dan Sungai Masuku kemudian disalurkan ke 3 saluran
induk yaitu saluran Sawitto, Saluran Rappang serta saluran Pekkabata.
d)
Bendungan
Benteng merupakan Bendung Gerak dimana limpahan airnya bisa diatur dan
merupakan satu-satunya Bendung Gerak yang ada di Sulawesi Selatan.
4.2.
Saran
Sebaiknya prasarana dilengkapi pada saat praktikum
terutama pada saat wawancara hendaknya diberi mike atau pengeras suara agar
informasi yang disampaikan dapat didengar oleh para praktikan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Hidrologi Fluida
Bendungan http://www.scribd.com/doc/33059949/s-Hidrologi-Fluida-Bendungan.
Dedi Tjahjadi
Abdullah, 1999, Bendung karet di Indonesia, makalah pada seminar bendung karet,
Serang, 1999.
Heny H. Thomas, The
Engineering of Large Dams (1972)
International Commission On
Large Dams, www.icold-cigb.org
Syafaruddin SE. ST. 2013. Kepala Seksi Pelaksanaan
Bendungan Benteng Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Indonesia.html
LAMPIRAN
Tentang saya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar